
Presiden Fed New York Williams: prospek ekonomi tetap samar, bahkan bagi bank sentral
John Williams, Presiden Federal Reserve Bank of New York, tampil dalam Konferensi Makroekonometrik di Bahama untuk berbagi pandangan terkait kondisi ekonomi AS. Yang menarik, ia menyampaikan bahwa bahkan bank sentral pun belum sepenuhnya yakin dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Williams memulai dengan nada optimistis: ekonomi AS memasuki tahun 2025 dengan kekuatan dan optimisme yang mengejutkan. Pasar tenaga kerja solid, GDP tumbuh, dan masyarakat Amerika bekerja. Apa lagi yang bisa diminta? Namun, ada catatan penting: meskipun tampaknya stabil, data makroekonomi sangat kontradiktif sehingga hampir mustahil untuk memprediksi ke mana arah ekonomi sebenarnya.
Inflasi, tentu saja, memperkeruh keadaan. CPI tahunan menurun dari 7% yang mengkhawatirkan di 2022 menjadi 2,5% yang jauh lebih terkendali. Namun, seperti yang dicatat oleh Williams, inflasi belum mencapai target "ideal" di level 2%.
Ia juga menekankan bahwa inflasi kini bukan lagi masalah domestik—melainkan telah menjadi fenomena global. “Inflasi ini seakan-akan sedang melakukan tur internasional, melompat dari satu negara ke negara lain,” candanya. Untuk memahami fenomena ini, Fed New York mengembangkan model khusus bernama Global MCT, yang melacak tren inflasi di tujuh negara dan mencoba memetakan arah pergerakannya.
Ekspektasi inflasi menjadi fokus utama lainnya dalam pidato Williams. Kuncinya adalah memastikan rumah tangga dan pelaku bisnis tetap tenang dan percaya bahwa inflasi masih terkendali. Ekspektasi jangka pendek memang sedikit naik, namun proyeksi jangka panjang tetap stabil. Pesan utamanya: jangan buru-buru panik.
Tidak ada kejutan dalam pertemuan kebijakan FOMC bulan Maret. Komite penentu suku bunga mempertahankanfederal funds rate di kisaran 4,25% hingga 4,5% dan memperlambat laju pengurangan neraca keuangan. Namun, Williams segera meluruskan: ini bukan perubahan kebijakan, melainkan sinyal tenang bahwa untuk saat ini, yang terbaik adalah tetap bertahan dan menunggu.